Monday, 2 February 2009

Better predicate by being an animal than a human.



Sering kali kita mendengar orang yang menghina kita dengan mengatai kita anjing, litah, buaya, udang, dsb. Sering kali orang menghina kita dengan menyamai kita dengan binatang. Tetapi tahu ‘kah anda bahwa binatang lebih baik daripada manusia??
Mungkin selama ini anda sadar, hanya saja sebagai manusia - yang derajatnya diakui paling tiggi diantara makhluk Tuhan yang lain- tidak mau mengakui diri. Contohnya saja, anda selalu marah jika dikatai otak udang, atau disamai dengan anjing. Ini merupakan bukti nyata bahwa kita sebagai manusia selalu nenyombongkan diri dan selalu merendahkan martabat makhluk lain.
Terkadang, manusia memang tak punya kepala yang cukup waras untuk berpikir secara benar dan jernih.
Jujur saja, setalah melalui pengalaman yang manis juga pahit bersama teman, keluarga, saudara, klien dan banyak orang lain, saya menjadi sadar bahwa hidup seekor binatang itu lebih enak daripada manusia. Mereka hidup dengan bebas dan tanpa beban, menjalani kodrat apa adanya dan bertindak seperlunya.
Ok, mari kita bahas sedikit:

  • Tak pernah punya pikiran untuk menguasai: kita sendiri tahu bahwa binatang tak pernah bertingkah layaknya mereka adalah penguasa bumi terhebat. Mereka punya rasa takut dimana mereka tak pernah ingin diusik. Mereka melakukan 2 cara untukmewujudkan itu yaitu menghindar ataupun melawan saat terdesak. Demikian pula dengan binatang buas.
  • Tak ada yang serakah: kalau anda berpikir bahwa binatang itu serakah, anda salah! Karena binatang hanya berburu dan makan pada saat dia lapar. Mereka tak pernah menyimpan makanan mereka di suatu tempat dan menjaganya setiap saat hanya karena mereka takut kelaparan. Sementara kita?
  • Mempunyai wilayah kekuasaan bukan cara untuk hidup: kita tahu bahwa ada binatang yang hidupnya berkelompok dan membentuk wilayah kekuasaan, contohnya singa. Mereka bukanlah membentuk itu semua semata-mata untuk hidup dan menjadi penguasa melainkan untuk melindungi. Mereka melindungi anak2 mereka hingga mereka cukup umur untuk hidup mandiri juga kawanan mereka, bukan untuk menguasai.
  • Iri tapi tak dengki: binatang punya rasa iri terhadap satu sama lain, tetapi mereka tak punya rasa dEngki maupun dendam. Kita lihat saja hewan peliharaan kita, kalau kita hanya menyayangi 1 dan tidak dengan yang b, maka si b pasti akan meminta perlakuan yang sama. Tetapi mereka tak punya rasa dendam dengan mencoba untuk saling membunuh. Sementara kita?
  • Tak punya ambisi: mereka tak pernah punya ambisi untuk mencapai sesuatu. Mereka hanya akan mengejar segala sesuatu yang ada di pelupuk mata, bukan yang ada di seberang laut, atau hal yang mereka tahu tak mugkin tercapai.
  • Don’t have mind but instinct work: mereka tak punya pikiran tapi mereka punya insting. Kapan mereka haus, kapan mereka lapar, kapan mereka berburu, kapan mereka menyerang, kapan mereka menghindar, mereka selalu tahu apa yang mereka perbuat dan yang harus mereka perbuat.
  • Tak punya rasa curiga: mereka punya rasa iri, tapi tak pernah curiga terhadap sesama. Mereka percaya. Mereka tahu mana yang harus dicurigai, dan itu beralasan. Karena mereka tahu apa yang mereka perbuat.
  • Tahu akan jati diri: kenapa demikian? Pernahkan anda melihat jikalau ada rusa melawan buaya? Pastinya tidak karena mereka tahu bahwa buaya bukanlah hewan yang bisa diajak kompromi dan bukanlah tandingan yang tepat. Dan bukan musuh yang bisa dilawan walau 1:1000. Sementara kiat? Bahkan kita sering melakukan hal yang disebut ‘bagai pungguk merindu bulan’?



Nah, bagaimana?
Masihkah anda menyangkat kebaikan binatang dibanding manusia?

No comments: