
Ok teman-teman, kali ini kita akan membahas tetang salah satu music di aIndonesia yang agak ‘hard’. Apa itu? Hip Hop.
Sebelumnya, apa sih maksudnya ‘jangan pernah melihat segala sesuatunya haya dari kulitnya tetapi kupas, dan lihatlah dalam dari yang terdalam’? dengan ini kita diajak untuk melihat dan memahami segala sesuatunya. Melihat dari segala segi dan menyimpulkan secara objektif. Sekali lagi ‘how you think, depend on how you see’ (next88km.blgspot.com: Monday 19 jan ’09).
Ok, apa itu Hip Hop? Secara umum, Hip Hop diasumsikan sebAgai salah satu genre music yang popular di luaran sana,di belahan bumi Barat jelasnya. Tetapi untuk di Timus sendiri, masih dalam tahap pempopuleran. Tetapi apa sih sebenernya Hip Hop itu? Secara pribadi, saya bisa mengatakan kalau Hip Hop merupakan salah satu bentuk apresiasi para seniman dari seluruh kalangan terhadap inspirasi itu sendiri, karena seni merupakan freedom yang unlimited. Hip Hop merupakan sebuah genre –yang bukan hanya music tapi juga- seni yang cukup hard dan bebas. Inilah yang disebut pertumpahan isi hati dan ekspresi. Hip hop mempunyai elemen dimana elemen seni dari teknik tarik suara, permainan music, gerak tubuh dan, cat dan tembok juga ikutan termasuk dalam elemen Hip Hop.
Nah, kita bahas sedikit:
- Negatif: kanapa Hip Hop merukan hal yang negative? Disini kita lihat bahwa music Hip Hop merupakan hasil music adopsi luar yang dimana berasal dari Negara yang mempunyai kebebasan tinggi terhadap seni. Dengan keadaan yang seperti ini, maka orang bebas menumpahkan isi hatinya, termasuk yang kurang enak didengar, macamnya pelecehan, penghinaan, kata-kata kasar, dsb. Ini lah yang menyebabkan orang-orang timur kurang bisa menerima Hip Hop sebagai bagian dari hasil ekspresi dan inspirasi seseorang.
- kenapa masi ada yang menganggap Hip Hop itu positif? Ya, sebab Hip Hop merupakan sarana. Sekali lagi saya mengataka bahwa Hip Hop adalah sarana yang digunakan untuk mewujudkan seni. Dan disinilah HipHoppers timur mencoba melihatnya sebagai sarana dengan hanya melihat secara umum. Sekarang ini Hip Hoppers sedang mencoba untuk mengubah cara pandang orang-orang yang menganggapnya negative dengan memberinya limit dan menyesuaikannya dengan kebudayaan Timur. Contohnya, masih ingat dengan singlenya Soul Id dengan banrol ‘Brand Nuday’? ini merupakan salah satu bentuk adaptasi Hip Hop di daerah Timur -terutama Indonesia- dari orang-orang yang menyenangi Hip Hop.
- positif: tahu ‘kah anda mengapa judul dari artikel ini saya buat sedemikian rupa? Inilah maksudya. Hip Hop secara fisik memang negative, tetapi sadarkan anda bahwa Hip Hop sebenarnya sungguh positif? Lihatlah, meskipun kasar, tetapi hip hop member sarana untuk anak-anak muda juga seniman dari seluruh kalangan untuk menumpahkan segala isi hatinya? Disinilah kaita temukan kebebasan berkarya. Karya anak bangsa yang patut didengar dan dihargai. Meskipun kasar, tetapi itu hanya terdapat di dalam lagu, graffiti, dkk. Meskipun tak enak untuk dipahami, setidaknya masihh enak untuk didengar. Meskipun tidak enak untuk dibaca, tetapi masih enak untuk dilihat. Inilah keunikan Hip Hop. 1 lagi, Hip Hop tak pernah mengajarka kepada anak-anaknya unntuk berbuat arogan dan merealisasikan hal-hal hard yang dimilikinya di dunia nyata apalagi di masyarakat.
- netral dan mempunyai kreatifitas tinggi: hey, Hip Hop juga termasuk genre seni yang netral loh….. mau bukti? Graffiti. Tidak hanya untuk mengotori tembok, tetapi ini bisa mengisi space kosong dan memperindah pemandangan dari yang hampa dan omblongan menjadi ada yang dilihat. Bagi yang tak suka corat-coret tembok, mau bikin di kertas pun jadi. Hip Hop bisa di mix dengan berbagai genre musik lain macam rock dan dance menjadi triphop. Beatnya multi fungsi, karena di dunia Hip Hop ada yang disubut denagn ‘Mix Tape’, jadi yang punya beat keren, kalian bisa bikin random single, dengan menciptakan lirik yang berbede-beda dan menggabungnya dengan sarana 1 beat. Meski berbeda tema dan terkesan lagu yang dipotong-potong lalu disambung secara aacak, tapi jadinya keren juga lo.
Ini semua merupakan keunggulan Hip Hop yang tersembunyi. Yah, negative nemang bisa menyembunikan segalanya jadi, lihatlah dalam dari yang terdalam. Tetapi, cukup sullit juga mempopulerkan Hip Hop di daerah Timur ini sebab, sama halnya dengan majalah ‘Playboy’ yang diadopsi dari amrik itu. Sulit bukan meyakinkan bahwa majalah itu cukup sopan untuk dibaca oleh kalangan Timur, padahal majalah itu sudah mengalami adaptasi dan disesuaikan dengan kebudayaan sini. Tetapi kenapa sungguh sulit untuk diterima? Karena sudah terlanjur image dari majalah itu sendiri merupakan image majalah barat yang tak bisa diterima oleh kita orang Timur. Dan ini juga yang terjadi pada Hip Hop.
Well, kembali lagi, ‘How You Think Depend On How You See’.
Regard
~Sam’My
1 comment:
pretty cool point of view statements,
but mungkin hindari kata 'hip hop merupakan...' that's so text book, dan pihak yang ada di elemen yang disebutkan bisa marah or react to ur write up.
Mungkin bisa pake 'sering disebut sebagai' / 'banyak diasumsi sebagai sesuatu yang...'. I think that's better.
Dalam jurnalis, semua statement punya power untuk membuat orang percaya, bahagia, marah, kaget, dll jadi hati2 kalau menyangkut individu / keyakinan / kelompok dll, responnya bisa berbeda2, main aman aja dulu. Kalo udah sreg baru bisa ngomong pedes. (see my Peterpan's album review on Beatmag)
boom. there u go.
Post a Comment